Perusahaan yang sedang berkembang menggunakan berbagai strategi untuk mencapai tujuan mereka dan membangun kehadiran di negara lain. Anda dapat mempekerjakan karyawan purnawaktu secara internasional untuk memenuhi tujuan Anda, tetapi Anda juga dapat mengandalkan kontraktor independen untuk proyek bernilai tinggi. Pelajari tentang detail peruntukan ini untuk memanfaatkannya demi kesuksesan Anda.​​ 

Mempekerjakan kontraktor di Indonesia​​ 

Dibandingkan dengan karyawan, kontraktor independen memiliki jenis hubungan yang berbeda dengan pemberi kerja. Sangat penting untuk memahami bagaimana hubungan ini bervariasi sehingga Anda dapat memenuhi semua persyaratan hukum untuk peruntukan yang sesuai. Potensi penalti untuk klasifikasi kekeliruan dapat mempengaruhi pertumbuhan perusahaan Anda.​​ 

Kontraktor independen vs. karyawan purnawaktu​​ 

Independent contractors generally enter civil or commercial agreements, while full-time employees are subject to labour law. The label is not decisive. If the relationship involves work, wages, and direction or control, the worker may be treated as an employee. One of the most notable differences between these designations is the level of control an employer has over the worker.​​ 

When working with independent contractors, employers should generally control only the result or deliverable. Directing how, where, or when the work is performed may increase employment misclassification risk, especially if the overall relationship resembles employment in practice. Contractors can also work with multiple companies. Employees, in contrast, maintain a subordinate relationship with their employers and must conduct their work as the employer requires.​​ 

Sebagai imbalan atas pekerjaan mereka, kontraktor menerima biaya layanan, sementara karyawan menerima gaji dan tunjangan seperti yang dijelaskan dalam undang-undang ketenagakerjaan.​​ 

Penalti untuk kekeliruan klasifikasi​​ 

Kesalahan klasifikasi karyawan purnawaktu sebagai kontraktor independen dapat mengakibatkan denda yang mahal, seperti:​​ 

  1. Denda dari pemerintah.​​ 
  2. Tunggakan pajak dan pembayaran jaminan sosial.​​ 
  3. Persyaratan untuk memberikan semua tunjangan dan hak terkait pekerjaan kepada karyawan.​​ 
  4. Tindakan hukum dari karyawan yang salah klasifikasi.​​ 

Cara mempekerjakan kontraktor independen di Indonesia​​ 

Saat Anda memulai kontraktor proses penerimaan karyawan, ikuti 3 langkah-langkah utama berikut.​​ 

1. Lakukan wawancara dengan hati-hati.​​ 

Kontraktor independen menyediakan layanan untuk perusahaan Anda, tetapi mereka tidak terintegrasi ke dalam perusahaan Anda. Karena alasan ini, wawancara pada dasarnya adalah transaksi bisnis. Fokuskan pertanyaan Anda pada keterampilan dan pengalaman untuk menentukan apakah kontraktor tersebut mampu menyelesaikan proyek Anda. Sebaiknya hindari pertanyaan tentang sifat karakter atau perilaku di tempat kerja yang dapat mengindikasikan status karyawan.​​ 

2. Buat perjanjian layanan.​​ 

Perjanjian layanan akan menentukan ketentuan hubungan Anda dengan kontraktor independen. Persyaratan ini akan memastikan kedua belah pihak memahami ekspektasi layanan yang diberikan. Perjanjian layanan Anda harus mencakup:​​ 

  1. Tarif dan pengaturan pembayaran.​​ 
  2. Deskripsi proyek.​​ 
  3. Definisi proyek yang telah selesai.​​ 
  4. Kebijakan pemutusan hubungan kerja.​​ 

3. Memperkenalkan kebutuhan.​​ 

Kontraktor dapat menyelesaikan proyek yang dijelaskan dengan cara apa pun yang mereka inginkan, sehingga pelatihan tidak sesuai untuk jenis perekrutan ini. Sebaliknya, perkenalkan hanya hal-hal yang diperlukan untuk proyek tersebut. Kebutuhan ini dapat mencakup alur kerja yang akan dikerjakan oleh kontraktor atau karyawan di perusahaan Anda yang akan berinteraksi dengannya.​​ 

Cara membayar kontraktor independen di Indonesia​​ 

Dalam hubungan kontraktor independen, para pihak dapat menyepakati ketentuan pembayaran melalui perjanjian layanan. Beberapa kontraktor mungkin meminta pembayaran dalam bentuk cicilan atau tarif per jam untuk waktu yang mereka catat. Semua pengaturan ini akan tergantung pada sifat pekerjaan.​​ 

Companies may need to withhold tax from contractor payments. Resident individual contractors are typically subject to Article 21 withholding, while resident entities or certain service providers may fall under Article 23. Non-resident contractors are generally subject to Article 26 withholding, unless a tax treaty applies. VAT may also apply where the contractor or service is VATable.​​ 

Mengakhiri kontraktor independen​​ 

Segala persyaratan pemesanan harus diuraikan dalam perjanjian layanan. Persyaratan ini dapat mencakup periode pemberitahuan yang diperlukan, pembayaran sebagai pengganti pemberitahuan, dan alasan yang masuk akal untuk penentuan.​​ 

Hubungi G-P saat merekrut kontraktor independen di Indonesia.​​ 

Sebagai bagian dari rangkaian produk ketenagakerjaan global #1 kami, G-P Contractor memungkinkan perusahaan untuk mempekerjakan dan membayar kontraktor global lebih cepat, dengan alur kerja swalayan dan serangkaian opsi pembayaran fleksibel. Baik Anda mempekerjakan karyawan atau kontraktor, platform kami merampingkan proses dengan satu solusi untuk tenaga kerja global Anda.​​ 

Hubungi kami untuk mempelajari lebih lanjut.​​